Pages

Monday, June 30, 2014

Ingin Bertemu Engkau




Aku punya hobi baca-baca blog atau web muslimah berbahasa inggris. Rasanya seneng dan haru banget  baca tulisan muslimah-muslimah dari seluruh penjuru dunia. Masya Allah, ada yang memang lingkungannya banyak yang sudah muslim, ada yang dari keluarga yang memang sudah islami, banyak yang dari negara-negara dimana islam sangatlah terasing, bahkan banyak juga yang dari keluarga non-muslim yang tentu saja lebih banyak problematikanya.

Baca tulisan mereka, entah kenapa, aku merasa ada haru dan kerinduan dalam dada. Aku bisa melahap banyak tulisan dalam sekali duduk. Hehe. 

Mereka, masya Allah, meski dengan kondisi yang sering tidak kondusif untuk islam, tetep keukeuh dengan agamanya. So charmingly steadfast, kalau aku bilang. Betapa mereka menjaga hijab, menjaga kehormatannya, dengan tetep sisi-sisi perempuan mereka yang unik, bagaimana mereka menghadapi masalah, bagaimana mereka berjuang meraih cinta Allah. Ya Rabb, inget mereka, airmataku sering kali tiba-tiba berlinang. They're my sisters, those amazing girls are my sisters! Alhamdulillah!

Sangat menginspirasi dan memotivasi...
Kadang kalau lagi futur, kemudian temen-temen dunia nyata yang di sekitarku juga sedang tidak banyak memberi semangat, maka aku akan ingat mereka. Aku akan ingat kebeningan hati dan keteguhan mereka, aku akan ingat aku ingin jadi seperti mereka. Mereka akan memberi suntikan semangat tersendiri.
Oh Allah, betapa aku ingin menjadi bagian dari mereka.

Kadang terbayang, seems impossible untuk bertemu dengan mereka di dunia ini. Then again, masih ada kesempatan bertemu mereka di kehidupan ke dua, membayangkan akhirnya bertemu mereka, duduk bareng di taman-taman surga dengan suguhan minuman surga dalam piala-piala, sungguh rasanya membahagiakan. Lagi, air mata akan berlinang, hati semakin rindu.

Those girls, yang bahkan nama asli mereka aku nggak tau, yang aku kenal dan kagumi lewat tulisan-tulisan mereka, semoga Allah mengumpulkanku dan mereka di surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. 

Untuk mereka, tak peduli meski kami belumpernah bertemu, tapi aku berani bilang aku mencintai mereka karena Allah. Cinta dan sangat rindu mereka.

Hanya di Bulan Ramadhan


Sore tadi lewat sepanjang jalan di timur masjid kampus UGM banyak penjual jajan ta'jil (Sayangnya yang di timur UGM itu, banyak pemandangan ga sedap juga. You know, mbak-mbak dengan pakaian mini dan campur baur laki-perempuan),termasuk mahasiswa yang buka lapak di depan kampus D3 Ekonomi. Berjejer terus hingga selokan mataram. Sebenarnya selalu ada di sepanjang jalan, hingga ke jalan palagan depan kos juga. Demikianlah jogja di bulan Ramadhan. Terlebih di lingkungan dekat kampus, lebih semarak.

Kalau nggak mau beli, mau buka yang gratis-gratis aja (mahasiswa banget) bisa juga. Bahkan sepertinya, bisa banget kalau mau buka gratis di 30 tempat berbeda selama satu bulan itu. Belum lagi kajian buka, kultum tarawih, kajian ba'da subuh, jadwalnya manis terpampang di masjid-masjid. Tinggal pilih. Seneng banget yang tinggal di sekitar kampus. Contohnya daerah pogung. Lebih-lebih disana masjid-masjidnya diisi ustadz-ustadz keren.So overwhelming lah sampe-sampe..

Buat saya dan temen-temen yang kos di daerah palagan, jauh dari lingkugan kampus, tentu tak banyak pilihan kayak disana. Terlebih kalau kita mau nyari imam atau Ustadz yang nyunnah. Terpaksanya kita sholat tarawih di kos atau belain ke daerah kampus.Dan tentu saja gak bisa sering-sering karena gimanapun akhwat lebih baik di rumah.

Dua hari pertama ini menghabiskan waktu cuma di kos aja, karena masih ujian juga. Insya Allah setelah UAS kelar nanti mau cari kajian buka bersama yang keren di daerah kampus untuk didatangi. :)
Mumpung Ramadhan dan belum KKN, kan?

Sunday, June 29, 2014

Feeling of this Ramadhan

Bismillaah...


Alhamdulillaah, i am so happy. Today is the first day of Ramadhan. Well, truth is some people in my country already started fasting yesterday, but the Government decided through an isbat that Ramadhan started today instead of yesterday, so i followed what our Imam (in this case The Religious Affairs Ministry) said.

It is the first time in my life ever to spend the first days of Ramadhan not at home due to my college’s exam schedule. It made me a little sad, because really, i want to spend first sahoors and iftars with my parents. It saddens me even more to think about my parents’ feeling though they said they understood my situation.

I notice that, since i came to college, at the every start of Ramadhan i had so many targets and expectations but that very Ramadhan ended up being a not-really-good (sometimes i would say bad) Ramadhan. Reading many articles about Ramadhan, and knowing better about my religion and my priorities this year, i commited to make this Ramadhan the best ever.

The thing is..

On July 10th (Ramadhan 12th), i will have to join Student Community Service (KKN) as part of our college program. Honestly it scares me a lot, because i’ll be busied with the KKN programs (we’ll have to carry out so many programs in a certain village...you know, our duties to the country and such), and work as team with boys. Not just that, we will stay at the Hamlet Chief’s place (the girls and the boys will live together in the same roof!). For two months! Please sisters, pray for me! :'(

Then again i remember that this is part of Allah’s decree, and as long as i stay firm with my principles and make lots of du’as, everything will be just fine insha Allah.

Recently i came across an article about Ramadhan, it reminded me that a muslimah should not regret and be sad of the coming of menstrual period during Ramadhan, because it’s part of Allah’s decree. And there are many other type of good deeds that we can do even during our period. I think this KKN is like that too, maybe i won’t have as many time to read Qur’an and attend lectures as when i am free, but there will be other form of deeds i can do there, insha Allah.

I pray to Allah to keep me steadfast in whatever condition i will be facing. Aamiin.