Pages

Monday, October 13, 2014

Me & English

Aku tidak ingat bagaimana, tapi yang mampu kuingat sejak pertama dapat pelajaran bahasa inggris kelas 5 SD dulu aku langsung suka, dan aku selalu jadi yang terbaik di kelas.
Mungkin aku suka karena aku bisa, bukan aku bisa karena aku suka. Aku tipe orang yang seperti itu anyway. Tapi balik lagi kenapa aku bisa? I dunno. Karena Allah menghendaki pastinya, alhamdulillah.

Masuk SMP, masih sama. Malah dulu sempat sebel karena guru bahasa inggrisnya rese, tapi dikit-dikit aku. Nulis di papan tulispun aku.
Ganti guru juga tetep aja sama, aku lagi aku lagi. Kadang ada rasa nggak enak sama temen-temen yang lain. Tapi kadang juga seneng karena ada seseorang yang aku sebel banget waktu itu, tapi dia selalu berada di posisi kedua. I was a silly girl like that. Haha.
Dulu pas SMP sering dapet tambahan uang jajan setiap kali ada lomba antar kelas. Pastinya, aku mewakili kelasku lomba bahasa inggris. Selalu menang, alhamdulillah.

Masuk SMA, masih sama. Dua guru bahasa inggris juga sering mengandalkanku. Masih mewakili kelasku di lomba bahasa inggris, dan pernah sekali mewakili sekolah lomba debat bahasa inggris sekabupaten. Yah, gagal sih.
Seingatku jaman SMA dulu aku sudah mulai masuk ke pembahasan gramar yang rumit, sudah banyak membaca buku-buku suplemen belajar bahasa inggris.
Nah, mungkin ini lebihku dari yang lain. Aku punya banyak buku referensi grammar bahasa inggris, hand-me-down dari kakakku. Aku ingat betul aku ngelotok banget kalau urusan grammar.

Sudah modal paham gramatikalnya, di tahun kedua SMA, aku baca 4 novel bahasa inggris berurutan sekaligus. Novel pertama aku masih harus sering buka kamus. Aku ingat benar novelnya bentuk ebook, jadi enak karena ada aplikasi kamus digital yang lengkap di komputer.
Lama-lama makin jarang buka kamus, and before i knew it, di novel keempat aku sudah jarang sekali buka kamus.

Aku sadar betul, modal buat bahasa inggris bukan cuma di grammarnya, tapi juga kosakata. Baca 4 novel tebal, alhamdulillah kosakata nambah banyak banget.

But anyway, aku nggak bagus di speaking english. Bahasa inggrisku cuma reading, kemudian writing. Aku rasa aku kurang di speaking, karena :
1. aku memang kesulitan berbicara secara langsung, bahkan dalam bahasa indonesia, i just don't know what to say, dan setelah aku tau aku mau bilang apa, kosakataku buyar semua
2. aku perfeksionis. Guru selalu bilang untuk tidak usah merhatiin grammar pas speaking. tapi aku tipe orang yang nggak mau ngomong dulu kalau susunan kalimatnya belum sempurna.

Writingku juga nggak sebagus readingku, aku rasa. Karena dalam nge-write, aku suka bingung mau nulis apa. Aku mudah memahami makna bahasa  inggris. Makanya aku bisa paham saat reading, tapi kalau ditanya padanan katanya di bahasa indonesia aku sering lupa.
Walhasil, saat writing susah bagiku untuk mengingat terjemahan bahasa inggris dari sebuah kata bahasa indonesia yang ingin kutulis.
Pas reading itu seakan-akan : aku paham kata bahasa inggris ini, tapi kalau mem-bahasaindonesia-kan aku bingung padanannya apa.

Now that i think about it, i'm so grateful that i understand most of written english. I love reading. Banyak teman yang tiap dihadapkan tulisan bahasa inggris, mengeluh : ah, pake bahasa inggris. Padahal seandainya mereka tahu, banyak tulisan-tulisan yang bermanfaat, membuka wawasan, ditulis dalam bahasa inggris.
Dan setiap bahasa punya tastenya. Tidak akan sama membaca dari bahasa aslinya dengan membaca terjemahannya. Dan bukannya aku rasis, tapi bahasa inggris punya taste, punya makna yang dalem dari bahasa Indonesia.
Enjoy english!

PS :
Aku ingin belajar bahasa sebanyak mungkin. Tiap bahasa ada tastenya tersendiri.  Besides english, I'm learning arabic and japanese now. It's so much fun!

No comments:

Post a Comment