Pages

Friday, October 17, 2014

Asli Bagus Banget

Nggak ada bosen-bosennya (dan emang gak boleh bosen) denger kajian tentang keikhlasan. Salah satunya ini, oleh Ustadz kita, Firanda Andirja. Berjuang menggapai keikhlasan. Rekamannya bisa dicari di kajian.net atau bisa lihat di blog ini. Semoga bermanfaat.

Tuesday, October 14, 2014

Saat kita mendaki..
Kalau kita sudah merasa di puncak,
maka tiada jalan lain melainkan turun.

Kalau kita merasa sudah paling baik,
maka yang terjadi setelahnya adalah kemunduran.


-Faidah kajian ust Abu Ihsan Al Atsary

Monday, October 13, 2014

Diary


Kemarin-kemarin pas main ke rumah kakakku, dia lagi bongkar-bongkar perabot di rumahnya. Dari situ aku tau bahwa ternyata istrinya (kakak iparku) menyimpan buku diary lama. Tapi meski tau istrinya menyimpan diary, kakakku nggak tertarik baca karena dilarang baca.

Dalam hatiku aku bilang,
"baka ka omae wa? kalau seorang cewek mengizinkanmu tau bahwa dia menyimpan buku diary, itu artinya suatu saat dia ingin agar kamu membacanya. kalau dia nggak mau kamu baca sama sekali, dia nggak akan memperlihatkan padamu dimana dia menyimpan diarynya."
Masa sih? Well, at least itu pendapatku sebagai sesama perempuan. Buat perempuan-perempuan yang masih nyimpen, bahkan masih rajin nulis diary, keep up the good work! Nulis diary itu nggak silly sama sekali kok. Bagus malah. Nih, aku punya alasan yang bagus untuk itu. 

No matter how hard you try to remember..
You get older after all..
One day you'll forget them..
That's why you'd better write them down...
Not for yourself, but..
For the sakes of the ones you love..
Those memories..
Let them linger a little bit longer..
So they can reflect..



Me & English

Aku tidak ingat bagaimana, tapi yang mampu kuingat sejak pertama dapat pelajaran bahasa inggris kelas 5 SD dulu aku langsung suka, dan aku selalu jadi yang terbaik di kelas.
Mungkin aku suka karena aku bisa, bukan aku bisa karena aku suka. Aku tipe orang yang seperti itu anyway. Tapi balik lagi kenapa aku bisa? I dunno. Karena Allah menghendaki pastinya, alhamdulillah.

Masuk SMP, masih sama. Malah dulu sempat sebel karena guru bahasa inggrisnya rese, tapi dikit-dikit aku. Nulis di papan tulispun aku.
Ganti guru juga tetep aja sama, aku lagi aku lagi. Kadang ada rasa nggak enak sama temen-temen yang lain. Tapi kadang juga seneng karena ada seseorang yang aku sebel banget waktu itu, tapi dia selalu berada di posisi kedua. I was a silly girl like that. Haha.
Dulu pas SMP sering dapet tambahan uang jajan setiap kali ada lomba antar kelas. Pastinya, aku mewakili kelasku lomba bahasa inggris. Selalu menang, alhamdulillah.

Masuk SMA, masih sama. Dua guru bahasa inggris juga sering mengandalkanku. Masih mewakili kelasku di lomba bahasa inggris, dan pernah sekali mewakili sekolah lomba debat bahasa inggris sekabupaten. Yah, gagal sih.
Seingatku jaman SMA dulu aku sudah mulai masuk ke pembahasan gramar yang rumit, sudah banyak membaca buku-buku suplemen belajar bahasa inggris.
Nah, mungkin ini lebihku dari yang lain. Aku punya banyak buku referensi grammar bahasa inggris, hand-me-down dari kakakku. Aku ingat betul aku ngelotok banget kalau urusan grammar.

Sudah modal paham gramatikalnya, di tahun kedua SMA, aku baca 4 novel bahasa inggris berurutan sekaligus. Novel pertama aku masih harus sering buka kamus. Aku ingat benar novelnya bentuk ebook, jadi enak karena ada aplikasi kamus digital yang lengkap di komputer.
Lama-lama makin jarang buka kamus, and before i knew it, di novel keempat aku sudah jarang sekali buka kamus.

Aku sadar betul, modal buat bahasa inggris bukan cuma di grammarnya, tapi juga kosakata. Baca 4 novel tebal, alhamdulillah kosakata nambah banyak banget.

But anyway, aku nggak bagus di speaking english. Bahasa inggrisku cuma reading, kemudian writing. Aku rasa aku kurang di speaking, karena :
1. aku memang kesulitan berbicara secara langsung, bahkan dalam bahasa indonesia, i just don't know what to say, dan setelah aku tau aku mau bilang apa, kosakataku buyar semua
2. aku perfeksionis. Guru selalu bilang untuk tidak usah merhatiin grammar pas speaking. tapi aku tipe orang yang nggak mau ngomong dulu kalau susunan kalimatnya belum sempurna.

Writingku juga nggak sebagus readingku, aku rasa. Karena dalam nge-write, aku suka bingung mau nulis apa. Aku mudah memahami makna bahasa  inggris. Makanya aku bisa paham saat reading, tapi kalau ditanya padanan katanya di bahasa indonesia aku sering lupa.
Walhasil, saat writing susah bagiku untuk mengingat terjemahan bahasa inggris dari sebuah kata bahasa indonesia yang ingin kutulis.
Pas reading itu seakan-akan : aku paham kata bahasa inggris ini, tapi kalau mem-bahasaindonesia-kan aku bingung padanannya apa.

Now that i think about it, i'm so grateful that i understand most of written english. I love reading. Banyak teman yang tiap dihadapkan tulisan bahasa inggris, mengeluh : ah, pake bahasa inggris. Padahal seandainya mereka tahu, banyak tulisan-tulisan yang bermanfaat, membuka wawasan, ditulis dalam bahasa inggris.
Dan setiap bahasa punya tastenya. Tidak akan sama membaca dari bahasa aslinya dengan membaca terjemahannya. Dan bukannya aku rasis, tapi bahasa inggris punya taste, punya makna yang dalem dari bahasa Indonesia.
Enjoy english!

PS :
Aku ingin belajar bahasa sebanyak mungkin. Tiap bahasa ada tastenya tersendiri.  Besides english, I'm learning arabic and japanese now. It's so much fun!
i miss my highschool days..
not only because i had wonderful friends,
it's not just because i got high grades.

more importantly, it's because it was so easy back then.
it was easy to give up things i should give up.
it was easy to change,
it was easy to be steadfast,
it was easy to hold firmly on to what i believe.

why was it so easy back then?
why is it harder this time?
why is it so hard to take a full step?
why does it seem confusing?
why can i let go?
why do i keep asking?

it was so easy back then...
it really was.

Sunday, October 12, 2014

A Drama We Take The Leading Role

It's not until the end of my senior high school, aku sadar aku punya bakat terpendam. *ehem* Akting, that is. 

What? Malah ketawa.
Nggak percaya?
Ya sudah.

Itu yang pertama (dan terakhir kalinya) aku tampil di sebuah drama (dalam rangka ujian praktik bahasa jawa, i speak bahasa jawa krama, can you imagine it??) sebagai tokoh utama. Ada akting nangis dan, before i knew it, aku sudah berlinangan airmata. When the show's over, kulihat ibu guru juga ikut menangis. Yattaaa! I did it! ^o^

And it's not until recently, everytime i see someone acts, or some movies, atau orang latihan drama, i can't help but observe them carefully. Dan sok-sokan menilai mereka aktingnya bagus atau tidak. Haha.

Now that i think about it, sayang sekali, it's not something that i can be serious about. Maksudku, aku nggak mungkin terjun ke dunia perfilman (alay -_-) atau ikut kelompok drama 'kan? Karena itu tidak sesuai dengan prinsipku. Akhirnya, bakatku itu cuma kugunakan pada kesempatan-kesempatan tertentu di real life. 

Kalau kamu akting di dunia nyata, Apa itu artinya kamu nggak tulus? Kurasa tidak juga. Ada beberapa saat kita tida harus menunjukkan apa yang ada di dalam hati kita (hati kita yang tidak perfek). Misal dulu ada masa dimana aku ketemu orang yang senang sekali bercerita tentang dirinya dari A-Z tapi beliaunya sendiri jarang mendengarkan. Kalau kuikuti kemauanku, mendingan aku cuekin aja. Tapi demi menyenangkan dirinya, aku tampil dengan penuh minat.

Dulu juga ada saat dimana kalau aku tidak menolak, aku pasti akan dihadapkan dimana aku harus melanggar prinsipku. Tapi aku juga tidak bisa menolak langsung dengan kata-kata karena akan menyakiti seseorang. Akhirnya dengan pasang muka cemas, ketakutan, beberapa detik saja, aku dibebaskan dari hal itu! Yay!

Pernah satu lagi, beberapa kali aku dihadapkan pada sebuah forum yang ngomongnya tentang pacaran dan gebetab mulu. Aku nggak mau ikut-ikutan nimbrung karena nimbrung berarti setuju atas tindakan mereka. Tapi aku juga nggak mau diem dengan wajah bete, karena aku nggak mau dipikir orang jomblo itu terlihat sengsara dan kerjaannya bete melulu. Akhirnya aku pasang wajah ceria tapi cuek, dan (pura-pura) antusias melakukan aktivitas tertentu. 
Jadi meskipun aku berada dalam forum mereka, dan aku sangat bisa mendengar setiap kata yang mereka ucapkan, aku berkting seakan-akan aku have fun dengan duniaku sendiri. It's the hardest. Soalnya muak denger orang ngomongin pacaran, tapi tetep harus akting asyik sendiri.

Intinya, ada masa-masa dimana kita harus berakting, demi kebaikan kita maupun orang lain. Dan saat itu datang, please, be good. *nyengir*

You know... in the end, hidup ini adalah segalanya tentang akting, tentang drama. Engkau pelaku utama di drama itu. Yang lain cuma supporting actors. Hanya saja, kamu sendiri yang menentukan harus bagaimana kau berakting. Dan kamu sendiri yang menentukan pemeran utamanya bakal end-up sebagai hero, atau loser. 24 jam/hari, seumur hidup kamu akting. Rewardnya, atau awardnya kalau kita bilang dalam dunia peran, ada di kehidupan kedua.

Best Actor kah?

I can't help it, I love it

someday...
i will  find something i cherish.
even if people say 'stop it'
'you're not good at it'
'you don't deserve it'
'give it up'
'leave it'
'forget it'
'it's not good'

i will not quit,
i will not surrender..
i will say..
i can't help it, because i love it. i can't give up.
i will do, keep, protect whatever i love.
even though you tell me to give up, i can't help it.
i love it.

i just love it.

Saturday, October 11, 2014

Yang membuat sedih,
bukanlah bangunan rumah yang tidak mengizinkanmu melihat langit secara bebas.
bukanlah bangunan rumah yang tidak mengizinkanmu merasakan hembusan angin sesuka hati.

Yang membuat sedih,
adalah fakta bahwa di dalam bangunan rumah itu,
engkau sendiri.

I made it too much tonight. Soto daging, that is.

Don't worry. I said i'm fine. :-)
"Not once did I ever hate my father.
It's not that i was suppressing it.
That thought never occured to me.
And that's what makes me happy.
I'm proud, not of myself,
but of my father who never gave me a chance to hate him."

(Akira Ichikawa - Tonbi 2013)

Friday, October 10, 2014

October Logbook #1

Ke mirota niat beli bubuk kari (sudah niat dari sebelum lebaran mau bikin japanese curry rice lagi), tapi ternyata eh ternyata.. bubuk karinya habis! Sonnaaaa! Masak aku harus bikin japanese curry pake bumbu indonesain curry? Kecewa deh. Ga bisa bikin nasi kari :'(

Selain mau beli bubuk kari, aku tadi juga niat mau lihat-lihat blender. Eeeeh, malah bawa pulang teflon! #cewek -_-
Tadi juga beli premix buat Pancake. Penasaran kenapa sih artis-artis, orang-orang barat, sarapannya pake pancake. How does it taste? Iseng aja..
Anyhow, kenapa tagihan bayaran kuliahku cuma 975, padahal aku kira 1.200? Okashiii... Should i tell Mother bahwa uang kuliahnya kelebihan 225? Of course, you punk!

Btw, apa maksud judul tulisan ini? I don't have any idea either. Lol.

Thursday, October 9, 2014

beef steak

It's 1.07 AM right now. i just finished making beef steak, my second experiment after Oseng Mercon the other day.
I guess it's not the first time i cooked in the middle of night.

The steak taste fine. Got the recipe from here. No pictures, sorry, i'm too lazy to take any. Better go to sleep now. I'll have a busy day tomorrow.