Pages

Friday, May 2, 2014

Ukhti....tahukah engkau jalan kebahagiaanmu? sesi 1


Catatan kajian : Ukhti....tahukah engkau jalan kebahagiaanmu? (ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)

Bagaimana seseorang meraih kebahagiaan dalam hidupnya? Apa jalannya? Ketahuilah bahwa manusia hidup, beraktivitas, memiliki berbagai sudut pandang tentang kebahagiaan.
Ada berbagai pandangan :
Kebahagiaan pada istri, keluarga, anak.
Kebahagiaan pada harta, kelapangan.
Kebahagiaan pada kedudukan dan jabatan.
Memang hal-hal itu membawa ketenangan dan kebahagiaan, tapi bukan itu dasar/sumber kebahagiaan.

Kebahagiaan ada di tangan Allah, maka seseorang tidak mungkin mendapatkannya tanpa kehendak Allah. Keindahan dari agama kita, tidak hanya mengingatkan tentang jalan kebahagiaan saja, tapi juga jalan yang mengantarkan pada kesengsaraan.

An Nahl ayat 97 : barang siapa beriman dan beramal sholeh baik laki2 maupun perempuan dan dia seorang mukmin, sungguh Kami akan menghidupkannya dengan kehidupan yang baik dan sungguh kami akan membalas mereka dengan balasan yang lebih baik dari amal mereka.
Dari ayat ini Allah sebutkan sebab pokok dari kebahagiaan :
-          Siapa yang beriman
-          Siapa yang beramal soleh

Keimanan : keyakinan dalam hati, diucapkan oleh lisan, diamalkan anggota tubuh dan ia tumbuh dari dasar pengetahuan.
Based on hadits : Iman ada tujuh puluh tiga lebih cabang : yang paling tinggi : ucapan La ilaha illallah, yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan malu adalah bagian dari iman.
Ucapan la ilaha illallah menunjukkan bahwa keimanan banyak dalam bentuk amalan lisan, berdzikir, bertutur kata yang baik, jujur, berkata adil.

Menyingkirkan gangguan dari jalan : amalan tubuh. Keimanan banyak hal terkait dengan amalan tubuh, juga dengan amalan fisik. Misal membantu orang lain, bersedekah, jihad, dan yang semisalnya.
Rasa malu : malu kepada Allah dan malu kepada mahluk. Terkait dengan amal hati. Dan yang semisal dengan itu termasuk keimanan. Misal rasa takut, rasa cinta, harapan, dsb.

Penuhi hidup dengan keimanan, maka itulah dasar terpenting dalam memberikan kebaikan, kebahagiaan hidup. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian salaf, Iman itu bukanlah angan-angan dan bukan pula dengan bercantik-cantik, berhias-hias, tapi iman adalah sesuatu yang diamalkan oleh tubuh, dibenarkan oleh hati.
Pentingnya menuntut ilmu agama adalah kebahagiaan yang sangat membahagiakan.  Karena itu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Mempelajari Qur’an adalah sumber ilmu, penyembuh apa yang di dalam dada, petunjuk bagi yang beriman.

Orang yang mempelajarinya adalah yang terbaik. Hadith : sebaik-baik dari kalian adalah siapa yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya.
Rasulullah telah mengingatkan (hadits) bahwa siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan, maka dia akan diberi kepahaman dalam agama. Oleh dari itu sumber kebaikan adalah siapa yang memahami agamanya.
Masalah-masalah rumah tangga, masyarakat, negara ada pembahasannya dalam ilmu agama.

Perempuan-perempuan yang ditinggikan oleh Allah kedudukan karena imannya :
-          Khadijah ra, perempuan pertama yang beriman. Rasulullah sering sekali menyebut-nyebut nama Khadijah hingga Aisyah ra cemburu. Hadits : Khadijah telah beriman kepadaku saat manusia kafir terhadapku, dia membenarkanku saat orang-orang mendustakanku, dia berkorban dengan hartanya ketika manusia mengharamkan aku dari harta tersebut, Allah memberikan harta (anak-anak) dari Khadijah, dan tidak dari perempuan lain.

-          Sumayyah Ummu Amar (ibu Amar bin yasir) : perempuan yang pertama kali mati syahid dalam agama ini. Beliau disiksa bersama suami dan anaknya, saat itu mereka semua adalah budak. Disiksa dengan diberi pakaian dengan besi dan dijemur di padang pasir. Kata Rasulullah : sabarlah wahai keluarga Yasir, karena janji untuk kalian adalah surga. Hingga Yasir dan Sumayyah meninggal dalam keadaan disiksa. Sedangkan Amar selamat karena lisannya mengucapkan kekufuran meski hatinya tiada keraguan, dan Amar termasuk yang dimaafkan Allah (ada di Qur’an) karena ucapannya karena keterpaksaan.

-          Khansa ra. Dulu ketika saudara laki2nya meninggal, dia menangis dengan tangisan yang dijadikan perumpamaan ratapan yang paling sedih ( di masa jahiliyah). Saat dia masuk islam, dia berkata pada anak-anaknya agar tidak bangga dengan kedudukan dan nasabnya, bersabar, bertakwa. Ketika terjadi peperangan seluruh anaknya meninggal dalam perang tersebut, tidak ada lagi tangisan dari Khansa. Ia malah berkata : segala puji bagi Allah yang memuliakan saya, anak-anakku terbunuh dalam pertempuran, dan semoga Allah mengumpulkan saya dengan mereka kelak di surga.

Keimanan tidak datang sendiri, melainkan dicari ilmunya. Kemudian semakin bertambah-tambah ilmunya hingga bertambah imannya.
‘Aisyah ra : perempuan yang mempunyai banyak ilmu, bahkan mengalahkan para pria.
Siapa yang mempelajari ilmu, ia tidak akan pernah kenyang darinya. Ia akan terus mencari dan mencari.
Makar dari setan terhadap orang yang menuntut ilmu adalah memalingkan mereka dari ilmu tersebut tanpa ia sadari, misal dibuat ribut antara sesama penuntut ilmu, saling hasad, dsb. Ini adalah pintu-pintu dari setan untuk menjauhkan manusia dari setan.

Kewajiban seorang hamba : mempelajari ilmu tauhid yang dari situ ia mengenal Allah subhanahu wata’ala. Sehingga ia taat terhadap-Nya.
Barangsiapa yang taat terhadap Allah dan Rasul-Nya maka ia telah beruntung.
Tauhid hendaknya selalu diulangi dan diulangi. Tauhid ada 3 :
1. tauhid rububiyah : dia meyakin bahwa Allah ta’ala satu-satunya yang mencipta, menghidupkan, mematikan.
2. tauhid uluhiyah : bahwa hanya Allah ta’ala yang berhak diibadahi, tanpa disekutukan.
3. tauhid nama dan sifat : mengimani seluruh nama dan sifat-sifat Allah (asma’ul husna)




Sumber kebahagiaan selanjutnya : Amal Sholeh

Sebuah amal disebut amal sholeh jika terpenuhi 3 syarat ini :
-         -  Dilakukan oleh orang yang benar tauhidnya (imannya). Banyak di ayat Qur’an amal soleh digandengkan dengan keimanan.
-         -  Ikhlas, kadang amal tidak diterima karena niatnya tidak lurus. Bagaikan debu yang berterbangan, tidak dianggap oleh Allah.
-          - Sesuai tuntunan Rasulullah saw. Selain ikhlas, amal juga harus dibangun diatas ilmu (pengetahuan), sesuai yang diajarkan. Makanya kita harus mempelajari islam untuk tau mana yang ada tuntunannya dan mana yang tidak.

No comments:

Post a Comment