Catatan kajian : Ukhti....tahukah engkau jalan kebahagiaanmu? (ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi)
Bagaimana seseorang meraih kebahagiaan dalam hidupnya? Apa
jalannya? Ketahuilah bahwa manusia hidup, beraktivitas, memiliki berbagai sudut
pandang tentang kebahagiaan.
Ada berbagai pandangan :
Kebahagiaan pada istri, keluarga, anak.
Kebahagiaan pada harta, kelapangan.
Kebahagiaan pada kedudukan dan jabatan.
Memang hal-hal itu membawa ketenangan dan kebahagiaan, tapi
bukan itu dasar/sumber kebahagiaan.
Kebahagiaan ada di tangan Allah, maka seseorang tidak
mungkin mendapatkannya tanpa kehendak Allah. Keindahan dari agama kita, tidak
hanya mengingatkan tentang jalan kebahagiaan saja, tapi juga jalan yang
mengantarkan pada kesengsaraan.
An Nahl ayat 97 : barang siapa beriman dan beramal sholeh
baik laki2 maupun perempuan dan dia seorang mukmin, sungguh Kami akan
menghidupkannya dengan kehidupan yang baik dan sungguh kami akan membalas
mereka dengan balasan yang lebih baik dari amal mereka.
Dari ayat ini Allah sebutkan sebab pokok dari kebahagiaan :
-
Siapa yang beriman
Keimanan :
keyakinan dalam hati, diucapkan oleh lisan, diamalkan anggota tubuh dan ia
tumbuh dari dasar pengetahuan.
Based on hadits : Iman ada tujuh puluh tiga lebih cabang :
yang paling tinggi : ucapan La ilaha illallah, yang paling rendah adalah
menyingkirkan gangguan dari jalan, dan malu adalah bagian dari iman.
Ucapan la ilaha illallah menunjukkan bahwa keimanan banyak
dalam bentuk amalan lisan,
berdzikir, bertutur kata yang baik, jujur, berkata adil.
Menyingkirkan gangguan dari jalan : amalan tubuh. Keimanan banyak hal terkait dengan amalan tubuh, juga
dengan amalan fisik. Misal membantu orang lain, bersedekah, jihad, dan yang
semisalnya.
Rasa malu : malu kepada Allah dan malu kepada mahluk. Terkait
dengan amal hati. Dan yang semisal
dengan itu termasuk keimanan. Misal rasa takut, rasa cinta, harapan, dsb.
Penuhi hidup dengan keimanan, maka itulah dasar terpenting
dalam memberikan kebaikan, kebahagiaan hidup. Sebagaimana dikatakan oleh
sebagian salaf, Iman itu bukanlah angan-angan dan bukan pula dengan
bercantik-cantik, berhias-hias, tapi iman adalah sesuatu yang diamalkan oleh
tubuh, dibenarkan oleh hati.
Pentingnya menuntut ilmu agama adalah kebahagiaan yang
sangat membahagiakan. Karena itu jalan
untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Mempelajari Qur’an adalah sumber
ilmu, penyembuh apa yang di dalam dada, petunjuk bagi yang beriman.
Orang yang mempelajarinya adalah yang terbaik. Hadith :
sebaik-baik dari kalian adalah siapa yang mempelajari al-Qur’an dan
mengajarkannya.
Rasulullah telah mengingatkan (hadits) bahwa siapa yang Allah kehendaki baginya
kebaikan, maka dia akan diberi kepahaman dalam agama. Oleh dari itu sumber
kebaikan adalah siapa yang memahami agamanya.
Masalah-masalah rumah tangga, masyarakat, negara ada
pembahasannya dalam ilmu agama.
Perempuan-perempuan
yang ditinggikan oleh Allah kedudukan karena imannya :
-
Khadijah ra, perempuan pertama yang beriman. Rasulullah
sering sekali menyebut-nyebut nama Khadijah hingga Aisyah ra cemburu. Hadits :
Khadijah telah beriman kepadaku saat manusia kafir terhadapku, dia
membenarkanku saat orang-orang mendustakanku, dia berkorban dengan hartanya
ketika manusia mengharamkan aku dari harta tersebut, Allah memberikan harta
(anak-anak) dari Khadijah, dan tidak dari perempuan lain.
-
Sumayyah Ummu Amar (ibu Amar bin yasir) :
perempuan yang pertama kali mati syahid dalam agama ini. Beliau disiksa bersama
suami dan anaknya, saat itu mereka semua adalah budak. Disiksa dengan diberi
pakaian dengan besi dan dijemur di padang pasir. Kata Rasulullah : sabarlah
wahai keluarga Yasir, karena janji untuk kalian adalah surga. Hingga Yasir dan
Sumayyah meninggal dalam keadaan disiksa. Sedangkan Amar selamat karena
lisannya mengucapkan kekufuran meski hatinya tiada keraguan, dan Amar termasuk
yang dimaafkan Allah (ada di Qur’an) karena ucapannya karena keterpaksaan.
-
Khansa ra. Dulu ketika saudara laki2nya
meninggal, dia menangis dengan tangisan yang dijadikan perumpamaan ratapan yang
paling sedih ( di masa jahiliyah). Saat dia masuk islam, dia berkata pada
anak-anaknya agar tidak bangga dengan kedudukan dan nasabnya, bersabar,
bertakwa. Ketika terjadi peperangan seluruh anaknya meninggal dalam perang
tersebut, tidak ada lagi tangisan dari Khansa. Ia malah berkata : segala puji
bagi Allah yang memuliakan saya, anak-anakku terbunuh dalam pertempuran, dan
semoga Allah mengumpulkan saya dengan mereka kelak di surga.
Keimanan tidak datang sendiri, melainkan dicari ilmunya. Kemudian
semakin bertambah-tambah ilmunya hingga bertambah imannya.
‘Aisyah ra : perempuan yang mempunyai banyak ilmu, bahkan
mengalahkan para pria.
Siapa yang mempelajari ilmu, ia tidak akan pernah kenyang
darinya. Ia akan terus mencari dan mencari.
Makar dari setan terhadap orang yang menuntut ilmu adalah
memalingkan mereka dari ilmu tersebut tanpa ia sadari, misal dibuat ribut
antara sesama penuntut ilmu, saling hasad, dsb. Ini adalah pintu-pintu dari
setan untuk menjauhkan manusia dari setan.
Kewajiban seorang
hamba : mempelajari ilmu tauhid yang dari situ ia mengenal Allah subhanahu
wata’ala. Sehingga ia taat terhadap-Nya.
Barangsiapa yang taat terhadap Allah dan Rasul-Nya maka ia
telah beruntung.
Tauhid hendaknya selalu diulangi dan diulangi. Tauhid ada 3
:
1. tauhid rububiyah : dia meyakin bahwa Allah ta’ala satu-satunya
yang mencipta, menghidupkan, mematikan.
2. tauhid uluhiyah : bahwa hanya Allah ta’ala yang berhak
diibadahi, tanpa disekutukan.
3. tauhid nama dan sifat : mengimani seluruh nama dan
sifat-sifat Allah (asma’ul husna)
Sumber kebahagiaan
selanjutnya : Amal Sholeh
Sebuah amal disebut amal sholeh jika terpenuhi 3 syarat ini :
- -
Dilakukan oleh orang yang benar tauhidnya (imannya). Banyak
di ayat Qur’an amal soleh digandengkan dengan keimanan.
- -
Ikhlas, kadang amal tidak diterima karena
niatnya tidak lurus. Bagaikan debu yang berterbangan, tidak dianggap oleh
Allah.
-
- Sesuai tuntunan Rasulullah saw. Selain ikhlas,
amal juga harus dibangun diatas ilmu (pengetahuan), sesuai yang diajarkan. Makanya
kita harus mempelajari islam untuk tau mana yang ada tuntunannya dan mana yang
tidak.
No comments:
Post a Comment