Pages

Monday, May 5, 2014

Kabar Bahagia Itu...


Ahemm.... Please don't mock  me for writing this. :P

Jadi hari kemarin itu, saat saya lagi bersantai ria di dalam kamar, membaca inbox FB dari seorang kawan, tiba-tiba saya meloncat kaget. Good thing i was not holding a glass of hot water because i would probably spill it everywhere. *alay*

Tertulis disitu : "Insya Allah bulan juni, saya akad nikah." I blinked once, twice, and jumped. Lalu saya langsung berlari keluar kamar sambil berteriak-teriak "Ukhti...ukhti...", manggilin temenku di kamar sebelah.

Adegan selanjutnya bisa dibayangkan betapa kami berdua histeris, kemudian setiap ada anggota kos yang pulang kami kabari hal serupa, dan kami histeris lagi. Ada yang baru datang lagi, kami kabari lagi, kemudian histeris lagi. Seperti itu :D


Kabar bahagia itu datang dari seorang kawan lama mantan penghuni kos ini juga, karena kami terhitung teman dekatnya maka dari itu kami termasuk yang beruntung mendapatkan kabar ini lebih dulu sebelum ada pengumuman resmi untuk khalayak.

Memang kami mengakui, beliau ini sudah dari lama berazzam untuk nikah. That is something we can tell. Azzamnya kuat sekali masya Allah. Tidak sekedar kepengenan. Tapi benar-benar tekad yang kuat. Beliau bilang, beliau sudah butuh nikah dan ingin ada yang bimbing. Masya Allah. <3

Menurut cerita beliau, awalnya dulu bahkan sebelum ada yang berniat ngelamat, beliau sudah melobi bapak-ibu yang tidak setuju. Akhirnya setelah di lobi cukup lama bapak-ibunya mengizinkan ia menikah sebelum lulus kuliah, bahkan mendukung. Maka saat datang beneran seorang pangeran, sudah tidak ada lagi penolakan dari orangtua. :D

Respon dari kami (teman-teman di kos) bermacam-macam. Ada teman saya yang lain, yang usianya sama-sama 21 seperti beliau, tapi belum punya keinginan untuk menikah. Kata temenku yang satu ini dia jadi deg-degan. Bukan karena galau, tapi karena merasa belum dewasa sama sekali, padahal beliau (teman yang mau nikah ini) saja sudah berani mengambil keputusan besar ini.

In my case, well, i'm surprised tapi tidak heran. Karena melihat azzam beliau dulu, saya sudah punya firasat dia bakal mendapat apa yang ia azzamkan. And she deserves it. Kemudian how about me? Well, disini saya memperbaiki diri, tidak hanya untuk menikah, juga lebih umum dari itu, yaitu untuk menjadi perempuan shalihah. Aamiin :')

PS : satu lagi bukti bahwa menikah itu tidak perlu pacaran, pakai jalan yang halal-halal saja wahai muslimah

No comments:

Post a Comment