Friday, August 23, 2013
Catatan hari ini
Kenapa kita tidak bisa menyatukan air dan api?
Kenapa kita tidak bisa menyatukan hitam dan putih?
Kenapa kita tidak bisa menyatukan taat dan maksiat?
Kenapa kita tidak bisa tetap mendengarkan musik tanpa dilalaikan dari mendengarkan murattal?
Kenapa kita tidak bisa tetap berteman akrab dengan laki-laki tanpa tergoda atau menjadi godaan?
Kenapa kita tidak bisa tetap berangan-angan bathil tanpa lalai dari berdzikir?
Kenapa?
Karena ketaatan tidak akan pernah bersatu dengan maksiat sampai unta masuk dalam lubang jarum!
Tidak bisa.
Oh, betapa sulitnya hidup dalam ketaatan. Serba tidak boleh. Serba tidak bisa.
Itulah mengapa sebabnya Dia Yang Maha Tahu menyuruh kita untuk jaga pandangan. Jaga pandangan. Karena Dia tau engkau lemah. Sekali melirik maksiat yang terlihat nikmat maka hati akan tergoda untuk ikut bermaksiat. Sedangkan cobaan maksiat itu mengepung kita.
Itulah mengapa sebabnya. Dia Yang Maha Adil meminta kita untuk sabar. Sabar. Sabar yang indah.
Itulah mengapa sebabnya. Dia Yang Maha Pemurah selalu mengingatkan kita kepada ngerinya siksa neraka. Bahwa cobaan dunia itu belum ada apa-apanya dibanding panasnya api neraka. Bahwa kesenangan maksiat itu sesaat sedang adzab akhirat itu kekal.
Itulah mengapa sebabnya. Dia Yang Maha Pengasih selalu mengingatkan kita tentang sebuah tempat kesudahan yang baik di negeri akhirat. Bahwa kesenangan yang ada di dunia itu tidak ada apa-apanya dibanding nikmat menghuni surga. Bahwa kesusahan di dunia itu sementara sedangkan kebahagiaan jannah itu kekal.
Sabar.. Sabar... Negeri indah di ujung sana itu nyata adanya. Sebuah kehidupan tanpa kedukaan itu ada di seberang sana. Sebentar saja, sebentar saja kita akan sampai. Sabarlah meniti jalan terjal kesana. Sungguh engkau akan menyesal jika salah jalan.
Bersabarlah..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment