Nikah? N i k a h ? Siapa yang mau nikah? Siapa saja. Semoga
dimudahkan. Jika diberi pertanyaan “nikah, siap kah?”, bagaimana anda
menjawabnya?
Nikah butuh persiapan yang panjang. Apalagi kaum hawa. Kami
harus belajar dan mempersiapkan selain tentang prosesi dan fiqh nikah itu
sendiri juga hal-hal lain mengenai manajemen keuangan rumah tangga, mengasuh
bayi, mendidik anak, psikologi anak dan remaja, pendidikan anak, seni hidup
bertetangga, cara pintar memasak, perawatan tubuh, seni dekorasi rumah, dan
seabrek lainnya.
Jabatan istri berarti selain sebagai ibu juga sebagai guru, psikolog, koki, manajer keuangan, dokter, perawat, seniman, dan banyak lagi. Bukan berarti peran seorang laki-laki sebagai suami tidak mengharuskan persiapan mengenai hal-hal diatas tadi. Mereka kaum adam perlu juga, tapi mungkin tidak akan semendetail layaknya seorang perempuan.
Jabatan istri berarti selain sebagai ibu juga sebagai guru, psikolog, koki, manajer keuangan, dokter, perawat, seniman, dan banyak lagi. Bukan berarti peran seorang laki-laki sebagai suami tidak mengharuskan persiapan mengenai hal-hal diatas tadi. Mereka kaum adam perlu juga, tapi mungkin tidak akan semendetail layaknya seorang perempuan.
Dan itu juga bukan berarti perempuan harus siap dan mampu
dengan sempurna untuk mengambil peran-peran diatas. Kalau begitu jelas berat
sekali. Itu hanya hal-hal yang perlu diwaspadai dan disiapkan, seiring
berjalannya waktu baik pra atau selama mengarungi biduk rumah tangga. Okay? Siiippp :D
Begitu banyak hal yang perlu disiapkan, butuh bertahun-tahun
saya pikir. Maka sudah sepatutnya seseorang menyiapkannya sejak jauh-jauh hari.
Bertahun-tahun sebelum target menikah. Saya senang jika mendengar seorang teman
ketika ditanya tentang target menikah ia menjawab, “sudah mulai persiapan, tapi
masih jauh sepertinya..”, ketimbang menjawab dengan “nikah? Ah, belum
kepikiran!”
Kalau anak SD SMP wajar saja menjawab demikian. Tapi kalau
sudah SMA, apalagi kuliah, wah sayang sekali kalau belum dipersiapkan. Secara psikis,
ilmu, keuangan, perlu dipersiapkan. Dari sekarang, mulai dengan hal-hal kecil :
baca buku, datang kajian, membiasakan hidup teratur & disiplin, membangun
do’a-do’a harapan, dan seterusnya.... Semangat memantaskan diri!ps : ini ditulis karena saya galau mau ditinggal kakak nikah :3
No comments:
Post a Comment